Dalam Sekat-Sekat

Hening malam

Rongga dada penuh helaan nafas
Menahan buih-buih rindu yang bersenandung

(Tampaknya kamu itu terlalu sulit dan jauh untuk aku kejar)

Mulai ku tata puzzel kesabaran
Pada masa penantian ini
Sekat-sekat mulai terlihat
Menambah jarak dan waktu
Antara aku dan kamu

Sedang rona aurora mulai menggambarkan sosok mu
Yang semakin larut dalam sekat-sekat
(Tak terlihat)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s